Kamis, 05 April 2012

Penipuan via telepon.

kalau kalian melihat judulnya, pasti kalian mengira bahwa aku kena penipuan lewat telepon dengan disuruh transfer uang dalam jumlah besar.. tapi kalian salah, bukan aku yang kena, tapi seluruh keluargaku yang kena penipuan. sebenarnya aku gak tahu kejadiannya berlangsung, tapi aku diceritakan oleh ibuku dan kakakku yang dijadikan orang untuk menipu keluargaku. ceritanya berawal dari nenekku yang menerima telepon yang memberitahukan bahwa anaknya dalam keadaan kritis di rumah sakit. lalu nenekku langsung berpikir bahwa kata "anaknya" adalah kakakku. tapi sebenarnya kakakku adalah cucu nenekku, sama sepertiku. lalu nenekku langsung panik dan tante-ku langsung kaget. mereka langsung kalang kabut.. lalu tante-ku langsung menyuruh om-ku untuk pulang dan menyuruhnya ke rumah sakit tersebut dan menelepon guru sekolah adikku untuk menyuruh ibuku pulang dan tahu semua ini..
lalu nenekku menyuruh ayahku untuk melihat keadaan kakakku. tadinya ayahku merasa bahwa ini penipuan dan ibuku sempat kaget tapi ia berpikir sama dengan ayahku. tiba-tiba ayahku begitu panik setelah ada telepon dari si tukang tipu. buru-buru ayah dan ibuku pergi ke sekolah kakakku untuk menyelidiki bahwa kakakku benar-benar di rumah sakit atau masih di sekolah. lalu ayahky menerima telepon lagi dari si tukang tipu. katanya harus transfer uang sebesar 20 juta untuk alat medis yang untuk kepala. saat mereka sedang mengendarai motor, ibuku bilang dengan suara yang agak keras sampai terdengar oleh orang lain di jalan, "alat untuk kepala? adanya helm, tapi helm kok harganya mahal banget?" akhirnya mereka sampai di sekolah kakakku. mereka berdua mencari motor kakakku di tempat parkir. di lain tempat, nenekku menangis terus sambil berdoa untuk kakakku. ia ingin pergi ke rumah sakit. lalu kakekku mengatakan bahwa kakakku tidak apa-apa dan dia masih di sekolah tapi tidak didengar oleh siapapun, malah mengira bahwa kakekku hanya bercanda dan untuk menghibur nenekku.  kembali ke tempat orang tuaku berada, ternyata motor kakakku masih ada di tempat parkir sekolah. kalau motornya ada, pasti orangnya ada. fiuuhh~ syukurlah. lalu orang tuaku pulang dan memberitahu kepada yang lain kalau kakak masih hidup dan masih ada di sekolah. saat ibuku pergi untuk memberitahu nenekku tentang ini, di rumah nenekku terlihat sepi... warung dibiarkan begitu saja.. sepi banget. lalu ibuku ingin kembali ke rumah tapi adikku yang terakhir belum dijemput dan masih berdiri di pagar sekolah. padahal jarak antara rumah dan sekolah adikku tidak jauh. dan seterusnya aku tidak tahu.. gomennasai..  sumber penyembab keributan tersebut bukanlah si tukang tipu, melainkan nenekku. nenekku rasanya cepat salah paham.. sungguh, saat dengar cerita itu ketawa banget.. yang bikin ketawa adalah saat mereka kalang kabut tapi orang yang dibilang si tukang tipu malah di sekolah dan yang paling aneh adalah kenapa kakekku tahu ya kalau kakakku baik-baik saja..? kakekku sebenarnya dalam keadaan kurang sehat selama beberapa tahun. kalau melihat kakekku, kayak melihat Iwata-san yang ada di drama Saikou no Jinsei no Owari Kata ~Ending Planner~. kejadian ini tidak sampai mengeluarkan uang yang banyak untuk di-transfer ke si tukang tipu, tapi kerugian energi orang yang telah kalang kabut sangat banyak.. sungguh, kejadian tersebut sangat seru dan hebat.. untung ibuku langsung berpikir cepat sebelum bertindak. oh ya, mungkin sebagian dari kalian pernah mengalami hal seperti ini sampai mengeluarkan uang yang cukup banyak, tapi tak apa-apa karena ambillah hikmah dari kejadian tersebut. kalau ngebayangin kejadian ini, kayak cerita detektif yang sedang mencari kebenaran yang telah terjadi tapi beralur komedi.. sungguh, lucu banget.. suatu saat aku akan membuat cerita seperti cerita di atas.. oh ya, bagi orang yang telah menipu kami atau semua orang, ada kata yang pantas buat kalian: "setiap perbuatan yang orang lakukan, pasti akan kembali oleh si pelakunya..." jadi, hati-hatilah dalam bertindak bila kalian tidak ingin mengalami hal yang sama seperti yang kalian lakukan. sampai jumpa!!